Kamis, 09 Desember 2010

Mulailah Menghijaukan Bumi


Nah, beberapa hal yang telah dibahas di posting sebelumnya adalah tindakan untuk lebih peka dan berhati-hati terhadap apa yang telah menjadi kebiasaan kita yang bisa berdampak buruk terhadap pemanasan global. 

Sekarang kita juga perlu bertindak untuk lebih menghijaukan lagi bumi ktia tercinta ini. Salah satunya adalah dimulai dari halaman rumah kita sendiri, yaitu menanam pohon.

Menanam pohon, tanaman berbunga, atau berbuah, selain memperindah halaman rumah kita juga masih banyak manfaat yang bisa kita peroleh:
  • Rumah sehat, rumah kita akan menjadi lebih sehat karena tanaman itu pada pagi hari akan berfotosintesa dan  menghasilkan oksigen. Nah, oksigen segar yang dihasilkan oleh tanaman itu tentu sangat baik untuk kita.
  • Rumah teduh, rumah kita jadi tidak lagi terlihat gersang, panas, suram, dengan adanya tanaman, rumah kita pasti akan lebih berseri.
  • Hemat, kalau kita bisa panen hasil dari yang kita tanam, tentunya kita bisa lebih irit kan, tidak usah beli lagi ke pasar atau supermarket, tinggal metik. Apalagi kita pasti lebih yakin dengan hasil panen kita sendiri, bebas zat kimia, alias organik, jadi sudah puas, senang, irit, sehat pula.
  • Bebas dari stress, kalau menanam itu kita jadikan hobi seru juga loh. Rasanya senang sekali apabila kita liat tanaman yang kita tanam itu mulai tumbuh daun baru, berbunga, mulai bercabang, atau berbuah. Selain kita senang melihat keindahannya, kita juga senang bahwa sesuatu yang kita rawat tumbuh dengan baik.
  • Lebih peduli pada lingkungan, kalau kita sudah bias menghargai apa yang kita pelihara di rumah, tentu kita juga akan otomatis menghargai hal tersebut ketika kita di luar rumah. Misalnya, kita tidak lagi cabut-cabut daun tanaman di jalan atau di rumah orang hanya untuk iseng.
  • Pendidikan untuk anak, nah, ini juga menjadi sarana yang baik untuk mendidik anak-anak kita. Selain mengajarkan mereka untuk lebih peduli pada lingkungan dan sesamanya, kita juga bias mengenalkan mereka pada berbagai jenis tanaman beserta manfaat-manfaatnya.
   Jadi tidak ada salahnya nih kita coba mulai dari sekarang...
   Hijaukan bumi mulai dari halaman rumah kita...

hostgator coupon


Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

Dampak Pemanasan Global Bagi Kesehatan & Pencegahannya

Sementara dampak dari pemanasan global bagi kesehatan manusia...
  • Penyakit dan kematian yang disebabkan oleh kepanasan, terutama pada orang tua dan anak-anak.
  • Gagal panen yang menyebabkan kelaparan dan malnutrisi
  • Trauma dan kematian akibat banjir, badai, dan kebakaran.
  • Masalah kesehatan akibat perpindahan populasi, seperti diare, malnutrisi, defisiensi mikro nutrien dan trauma psikologis.
  • Kolera, Hepatitis A, Leptospirosis, Crytosporidosis, Dinoflagellate "Red Tides", keracunan ikan dan kerang akibat bakteri vibrio dan salmonella.
  • Malaria, demam berdarah, demam kuning, hantavirus pulmonary syndrome, viral encephalitis, demam chikunguya, Rift Valley Fever, Schistosomiasis, Scabies, Penyakit Lyme, dll.
  • Asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung, paru kronis, dll.
Dikutip dari http://www.andaka.com/pengaruh-pemanasan-global-terhadap-kesehatan.php

Wah, sepertinya kalau dibiarkan akan mengerikan ya jadinya. Lalu bagaimana kita bisa mengantisipasi atau paling tidak berusaha untuk mengurangi dampak pemanasan global seperti yang diceritakan di atas tadi?

Semua bisa dimulai dari hal-hal kecil, yaitu dari DIRI KITA sendiri. Apabila kita mau mengubah diri dan lalu semua orang mau melakukannya, maka bayangkan, hal yang kecil dan sederhana ini tidak lagi menjadi kecil, tetapi akan memberikan dampak besar yang positif. Tentu akan luar biasa hasilnya. Tapi ini semua membutuhkan waktu, dan akan jauh lebih baik jika kita mulai dari sekarang... 

Berikut beberapa contoh hal yang bisa kita mulai dari hal yang kecil dan sederhana :
  • Hemat energi, seperti listrik, air, dll, sering kali kita teledor dan manja misalkan televisi yang dinyalakan tapi tidak ditonton, AC di kamar dibiarkan menyala terus seharian penuh.
  • Buanglah sampah pada tempatnya, kadang-kadang, sewaktu kita lagi berkendara atau lagi di jalan, kita seenaknya membuang sampah di jalanan, walaupun itu cuma bungkus permen, tapi bayangkan, kalau ada seribu bungkus permen yang dibuang sembarangan, wah…kalo dikumpulkan sudah jadi setumpuk sampah yang cukup besar.
  • Hemat kertas, banyak tuh, yang pakai kertas cuma satu sisi saja terus langsung dibuang. Padahal kertas-kertas itu dihasilkan dari penebangan kayu di hutan. Jadi sebaiknya kita sayangi pohon kita dengan menyayangi penggunaan kertas. Kalau bisa diirit, diirit saja, kan hemat kantong di dompet juga.

Dampak Pemanasan Global

Alam sangatlah penting bagi kehidupan kita. Bumi pertiwi kita ini yang menghidupi kita sejak kecil.

Air, udara, tanah merupakan faktor-faktor penting dalam kehidupan kita. Cuma sayang sekali, karena manusia tidak menjaga dengan baik, malah terlalu mengeksploitasi alam tanpa mengindahkan pelestariannya, sekarang timbul dampak negatif yang amat membahayakan kehidupan kita selanjutnya. Salah satu dampak negatif yang timbul dan sering didengungkan belakangan ini adalah pemanasan global.

Sebenarnya apa sih Dampak dari Pemanasan Global? 

Fakta #1: Mencairnya Es di Kutub Utara & Selatan

Pemanasan Global berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan. Es di Greenland yang telah mencair hampir mencapai 19 juta ton! Dan volume es di Artik pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya! Mencairnya es saat ini berjalan jauh lebih cepat dari model-model prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan. Beberapa prediksi awal yang pernah dibuat sebelumnya memperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100. Tetapi data es tahunan yang tercatat hingga tahun 2007 membuat mereka berpikir ulang mengenai model prediksi yang telah dibuat sebelumnya.
Para ilmuwan mengakui bahwa ada faktor-faktor kunci yang tidak mereka ikutkan dalam model prediksi yang ada. Dengan menggunakan data es terbaru, serta model prediksi yang lebih akurat, Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan: HAMPIR SEMUA ES  DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP ANTARA TAHUN 2008 - 2012!
Baru-baru ini sebuah fenomena alam kembali menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini. Pada tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) di Antartika runtuh.

Menurut peneliti, bongkahan es berbentuk lempengan yang sangat besar itu mengambang permanen di sekitar 1.609 kilometer selatan Amerika Selatan, barat daya Semenanjung Antartika. Padahal, diyakini bongkahan es itu berada di sana sejak 1.500 tahun lalu. “Ini akibat pemanasan global,” ujar ketua peneliti NSIDC Ted Scambos. Menurutnya, lempengan es yang disebut Wilkins Ice Shelf itu sangat jarang runtuh. Sekarang, setelah adanya perpecahan itu, bongkahan es yang tersisa tinggal 12.950 kilometer persegi, ditambah 5,6 kilometer potongan es yang berdekatan dan menghubungkan dua pulau. “Sedikit lagi, bongkahan es terakhir ini bisa turut amblas. Dan, separuh total area es bakal hilang dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Scambos.
“Beberapa kejadian akhir-akhir ini merupakan titik yang memicu dalam perubahan sistem,” ujar Sarah Das, peneliti dari Institut Kelautan Wood Hole. Perubahan di Antartika sangat kompleks dan lebih terisolasi dari seluruh bagian dunia.
Antartika di Kutub Selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan. Benua ini jauh lebih dingin daripada Artik, sehingga lapisan es di sana sangat jarang meleleh, bahkan ada lapisan yang tidak pernah mencair dalam sejarah. Temperatur rata-ratanya minus 49 derajat Celsius, tapi pernah mencapai hampir minus 90 derajat celsius pada Juli 1983. Tak heran jika fenomena mencairnya es di benua yang mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia itu mendapat perhatian serius peneliti.

Fakta #2: Meningkatnya Level Permukaan Laut
Mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan berdampak langsung pada naiknya level permukaan air laut (grafik di samping menunjukkan hasil pengukuran level permukaan air laut selama beberapa tahun terakhir). Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair. Level permukaan laut akan naik sampai dengan 7 meter! Cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai, pelabuhan, dan dataran rendah di seluruh dunia.
Peningkatan Level Permukaan Laut yang diukur oleh satelit TOPEX/Poseidon dan Jason-1 (Sumber: NASA)
 
Fakta #3: Perubahan Iklim/Cuaca yang Semakin Ekstrim
NASA menyatakan bahwa pemanasan global berimbas pada semakin ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim bumi. Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di satu tempat, tetapi kekeringan di tempat yang lain. Topan dan badai tropis baru akan bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat. Tanpa diperkuat oleh pernyataan NASA di atas pun Anda sudah dapat melihat efeknya pada lingkungan di sekitar kita. Anda tentu menyadari betapa panasnya suhu di sekitar Anda belakangan ini. Anda juga dapat melihat betapa tidak dapat diprediksinya kedatangan musim hujan ataupun kemarau yang mengakibatkan kerugian bagi petani karena musim tanam yang seharusnya dilakukan pada musim kemarau ternyata malah hujan. Anda juga dapat mencermati kasus-kasus badai ekstrim yang belum pernah melanda wilayah-wilayah terntentu di Indonesia. Tahun-tahun belakangan ini kita makin sering dilanda badai-badai yang mengganggu jalannya pelayaran dan pengangkutan baik via laut maupun udara.
Bila fenomena dalam negeri masih belum cukup bagi Anda, Anda dapat juga mencermati berita-berita internasional mengenai bencana alam. Badai topan di Jepang dan Amerika Serikat terus memecahkan rekor kecepatan angin, skala, dan kekuatan badai dari tahun ke tahun, curah hujan dan badai salju di China juga terus memecahkan rekor baru dari tahun ke tahun. Anda dapat mencermati informasi-informasi ini melalui media massa maupun internet. Tidak ada satu benua pun di dunia ini yang luput dari perubahan iklim yang ekstrim ini.

Fakta #4: Gelombang Panas menjadi Semakin Ganas
Pemanasan Global mengakibatkan gelombang panas menjadi semakin sering terjadi dan semakin kuat. Tahun 2007 adalah tahun pemecahan rekor baru untuk suhu yang dicapai oleh gelombang panas yang biasa melanda Amerika Serikat. Daerah St. George, Utah memegang rekor tertinggi dengan suhu tertinggi mencapai 48o Celcius! (Sebagai perbandingan, Anda dapat membayangkan suhu kota Surabaya yang terkenal panas ‘hanya’ berkisar di antara 30o-37o Celcius). Suhu di St. George disusul oleh Las Vegas dan Nevada yang mencapai 47o Celcius, serta beberapa kota lain di Amerika Serikat yang rata-rata suhunya di atas 40o Celcius. Daerah Death Valley di California malah sempat mencatat suhu 53o Celcius! Serangan gelombang panas kali ini bahkan memaksa pemerintah di beberapa negara bagian untuk mendeklarasikan status darurat siaga I. Serangan tahun itu memakan beberapa korban meninggal (karena kepanasan), mematikan ratusan ikan air tawar, merusak hasil pertanian, memicu kebakaran hutan yang hebat, serta membunuh hewan-hewan ternak.
Pada tahun 2003, daerah Eropa Selatan juga pernah mendapat serangan gelombang panas hebat yang mengakibatkan tidak kurang dari 35.000 orang meninggal dunia dengan korban terbanyak dari Perancis (14.802 jiwa). Perancis merupakan negara dengan korban jiwa terbanyak karena tidak siapnya penduduk dan pemerintah setempat atas fenomena gelombang panas sebesar itu. Korban jiwa lainnya tersebar mulai dari Inggris, Italia, Portugal, Spanyol, dan negara- negara Eropa lainnya. Gelombang panas ini juga menyebabkan kekeringan parah dan kegagalan panen merata di daerah Eropa.
Mungkin kita tidak mengalami gelombang-gelombang panas maha dahsyat seperti yang dialami oleh Eropa dan Amerika Serikat, tetapi melalui pengamatan dan dari apa yang Anda rasakan sehari-harinya. Anda dapat juga merasakan betapa panasnya suhu di sekitar Anda. Cobalah perhatikan seberapa sering Anda mendengar ataupun mungkin mengucapkan sendiri kata-kata seperti: “Panas banget ya hari ini!” Apabila Anda kebetulan bekerja di dalam ruangan ber-AC dari pagi hingga siang hari sehingga Anda tidak sempat merasakan panasnya suhu belakangan ini, Anda dapat menanyakannya kepada teman-teman ataupun orang disekitar Anda yang kebetulan bekerja di luar ruang. Orang-orang yang sehari-harinya bekerja dengan menggunakan kendaraan terbuka di siang hari bolong (misalnya sales dengan sepeda motor) mungkin dapat menceritakan dengan lebih jelas betapa panasnya sinar matahari yang menyengat punggung mereka.

Fakta #5: Habisnya Gletser- Sumber Air Bersih Dunia
Mencairnya gletser-gletser dunia mengancam ketersediaan air bersih, dan pada jangka panjang akan turut menyumbang peningkatan level air laut dunia. Dan sayangnya itulah yang terjadi saat ini. Gletser-gletser dunia saat ini mencair hingga titik yang mengkhawatirkan!
NASA mencatat bahwa sejak tahun 1960 hingga 2005 saja, jumlah gletser-gletser di berbagai belahan dunia yang hilang tidak kurang dari 8.000 meter kubik! Para ilmuwan NASA kini telah menyadari bahwa cairnya gletser, cairnya es di kedua kutub bumi, meningkatnya temperatur bumi secara global, hingga meningkatnya level air laut merupakan bukti-bukti bahwa planet bumi sedang terus memanas. Dan dipastikan bahwa umat manusialah yang bertanggung jawab untuk hal ini.


 Dikutip dari http://www.pemanasanglobal.net/faq/apa-dampak-dari-pemanasan-global.htm